Pamor Bulu Ayam





 Bulu Ayam adalah penamaan umum terhadap jenis gambaran pamor di sebagian Jawa Timur dan Pulau Madura, pada pamor-pamor yang pola bentuk gambarannya memang seperti bulu ayam atau unggas lainnya. Pamor ini tergolong pamor miring. Yang dianggap sebagai pamor Bulu Ayam antara lain adalah pamor Blarak Ngirid, Ri Wader, Ron Genduru, dan yang sejenisnya dengan itu. Sejak dekade 1990-an, sebutan pamor Bulu Ayam sudah mulai jarang digunakan orang.

Dengan makin banyaknya buku tentang budaya keris yang beredar, peminat keris mulai menyebutkan nama pamor seeara benar. Pamor yang tergolong pamor Bulu Ayam, dari Kiri Sekar Gelagah, Eri Wader dan Ron Genduru.

Pamor Bungkalan


Pamor ini disebut dengan Belah Pucuk, adalah penamaan bentuk pamor yang menempati bagian dekat ujung bilah keris, tombak, atau pedang. Pamor apa pun, kalau bagian dekat ujung bilahnya membentuk cabang seperti lidah ular disebut pamor bungkalan. Bagi sebagian pecinta keris, pamor Bungkalan tergolong pamor yang disukai, karena keris itu dianggap memiliki tuah ‘bisa membereskan pekerjaan’ (ngrampungi gawe – bhs. Jawa). 

Itulah sebabnya, pamor ini dicari oleh banyak orang, terutama yang percaya pada tuah sebilah keris.

Pamor Bungkus

Bungkus adalah salah satu motif pamor yang bentuk gambarannya agak mirip kepompong ulat. Letaknya di tengah sorsaran di pangkal bilah. Biasanya pamor ini terdapat di antara gambaran pamor Wos Wutah atau Ngulit Semangka, dan yang sejenis dengan itu. Sebagian penggemar keris menganggap pola pamor Bungkus dapat mempermudah orang mencari rejeki dan mencegah sifat boros. Pamor Bungkus juga tergolong pamor yang tidak pemilih. Siapa saja cocok memiliki keris atau tosan aji lainnya yang berpamor seperti ini.

Pamor Buntel Mayit

Buntel Mayit, ada yang mengucapkan Mbuntel Mayit adalah salah satu motif pamor yang bentuk gambarannya menyerupai belitan kain yang menyelimuti seluruh badan bilah keris, tombak, mata panah atau pedang. Pamor ini tergolong pamor rekan, yakni yang bentuk gambarannya dirancang sebelumnya oleh sang empu. Ditinjau dari cara pembuatannya, pamor Buntel Mayit merupakan pamor puntiran, yaitu perpaduan antara pamor mlumah dan pamor miring, karena saton keris itu dipilin lebih dahulu sebelum dibentuk menjadi kodokan keris. 

Banyak di antara pecinta keris yang beranggapan bahwa pamor Buntel Mayit mempunyai tuah kurang baik sering membawa sial bagi pemiliknya. Namun sebagian lagi berpendapat bahwa, kalau si Pemilik keris berpamor Buntel Mayit itu tergolong orang yang kuat, pamor ini justru memudahkannya mencari rejeki. Mereka menganggap pamor ini termasuk pemilih, karena tidak sembarang orang akan cocok bila memilikinya.

Pamor Ceblokan




Pamor Ceblokan atau pamor titipan adalah pamor yg menyelip ke pamor lainnya. Secara umum pamor ini hanyalah sebuah pamor yg menghiasi sebagian kecil dari suatu keris. namun dalam keilmuan keris penyebutan pamornya didasarkan pada pamor dominannya walaupun didalam pamor itu terselip pamor titipan. 

Misalkan dalam pamor Wos Wutah tetap disebut pamor wos wutah walaupun didalamnya terselip pamor titipan seperti Gaibul guyub, Slamet, Kuta Mesir, Kudung dan pamor titipan lainnya

Pamor Dadung Muntir






Dadung Muntir,Dadung Kepuntir atau Dadung Keplintir adalah jenis pamor yang hamir mirip dengan Sada Saler atau Adeg Siji. Walaupun sama-sama berbentuk garis lurusakan tetapi Pamor jenis ini garisnya berbentuk seperti untaian tali yang disatukan. Mereka yang percaya, Pamor jenis ini bisa mendatangkan Keberanian,Kewibawaan serta Kekuatan.